> FANPAGE > RSS > SITEMAP > TUKAR LINK

Shaila Sabt, Nominator Miss Unverse Pertama dari Timur Tengah

Red Mercenary | 3:58 AM, Wednesday, February 27, 2013 |


TRIBUNNEWS.COM – Untuk pertama kalinya, model asal Timur Tengah tampil sebagai nominator ajang Miss Universe 2013. Dia adalah Shaila Sabt. Dara berusia 23 tahun ini merupakan seorang model asal Bahrain. Dia menjadi wanita pertama dari kawasan Arab yang mengikuti ajang pemilihan wanita tercantik sejagat tersebut.

Seperti dikutip TRIBUNnews.com dari Al Arabiya, dalam sebuah wawancara dengan situs berita Elaph, Shaila Sabt, mengatakan siap maju di ajang pemilihan Miss Universe 2013. Dia meminta dukungan semua penggemarnya di kawasan Teluk dan dunia Arab.

Keberanian Shaila maju ke pemilihan Miss Universe 2013 antara lain karena kemenangannya di ajang Bahrain's Top Model 2010. Ini adalah ajang pencarian model berbakat yang dikemas dalam drama reality televisi yang berlangsung enam bulan, yang pemenangnya ditentukan dari pilihan penonton televisi. Di usianya yang masih sangat muda, Shaila Sabt pun muncul menjadi salah satu model papan atas di Timur Tengah.
Shaila Sabt tak hanya memiliki modal cantik dan kemolekan tubuh, tapi juga brain. Dia meraih gelar sarjana bidang pengelolaan sumber daya manusia. Dalam wawancara dengan situs fashion Khaleejesque, Sabt mengatakan prioritasnya kini adalah menjadi model internasional yang mewakili negaranya.

Mereka yang maju di ajang Miss Universe biasanya memiliki karateristik tertentu. Sebagai individu, mereka harus memiliki karier mapan, memiliki tujuan pribadi dan tujuan kemanusiaan yang jelas, serta selalu berupaya meningkatkan harkat hidup orang lain.

Pada 2012, Jessica Kahwaty, seorang model berdarah Lebanon, memenangkan juara ketiga Miss World 2012. Namun saat itu Jessica mewakili Australia. Model lain berdarag Lebanon, Rima Fakih, juga pernah memenangi ajang Miss USA 2010 dan menjadikan dirinya wanita keturunan Arab dan Muslim pertama yang memenangi gelar ini. "Kami di sini cukup terbuka terhadap fashion, yang dianggap penting oleh banyak orang. Negara Arab dan Teluk juga punya gaya busana yang tidak akan pernah kehilangan identitas dan nilai-nilai," kata Shaila dalam wawancara dengan situs Khaleek Esque. (fin)



Comments
0 Comments

Silahkan Berkomentar Disini !
Mohon Maaf Untuk Versi Mobile Komentar Blog Non-aktif, Silahkan Gunakan Komentar Facebook.