> FANPAGE > RSS > SITEMAP > TUKAR LINK

Ini Dia Kumpulan Komentar Terbaik Opa Fergie

Red Mercenary | 7:06 PM, Wednesday, May 8, 2013 |
Sir Alexander Chapman Ferguson (Source: Reuters)


Okezone – Selain meninggalkan sejumlah gelar untuk Manchester United, Sir Alex Ferguson meninggalkan sejumlah kata-kata atau berbagai komentar terhadap banyak hal yang disoroti publik. Mulai dari beberapa mantan anak buahnya, sampai klub yang selalu dianggap rival utama – Liverpool.

Memang tak semua kutipan-kutipan Fergie pantas ditiru, tapi yang pasti keluarnya kecaman, celaan maupun pujian, akan membekas di benak publik yang mencintai maupun membencinya. Berikut sejumlah kutipan terbaik Opa Fergie, seperti yang dirangkum TheTelegraph, Kamis (9/5/2013):

Kepada Rafael Benítez: Saya rasa dia pria yang gampang marah. Dia pasti merasa terganggu oleh beberapa alasan. Saya rasa, Anda harus bisa menekan setan dalam diri Anda dan berharap dia bisa introspeksi diri dan paham bahwa apa yang dikatakannya itu merupakan hal-hal konyol.

Kepada Ryan Giggs: Saya ingat pertama kali melihatnya. Usianya baru 13 tahun tapi bisa berlari lincah seperti anjing cocker-spaniel yang mengejar selembar kertas perak yang terbawa angin.

Kepada Paul Ince: Saya terbiasa bilang bahwa ketika seorang pemain dalam masa puncak, dia akan merasa sanggup mendaki gunung Everest dengan sepasang sandal. Begitulah saya memandang seorang Paul Ince.


Kepada Filippo Inzaghi: Dia pasti sudah terlahir offsideKepada wasit Alan Wiley: Tempo cepat pertandingan membutuhkan seorang wasit yang bugar. Itu tuntutan sepakbola. Anda bisa lihat wasit-wasit di luar negeri sebugar anjing penjaga tukang jagal. Tapi dia (Wiley) bukan wasit yang fit. Dia butuh 30 detik untuk memberi peringatan. Dia butuh istirahat total. Buat saya, eksistensinya konyol.

Kepada Liverpool: Tantangan terbesar saya, bukanlah apa yang terjadi saat ini, tapi saat mengalahkan Liverpool tepat di rumah ‘sialan’ mereka. Anda bisa catat itu.

Kepada David Beckham yang dilayangkannya sepatu ke arah wajah (2003): Itu insiden yang aneh. Jika saya mencobanya 100 atau sejuta kali lagi, mungkin saya takkan mengenainya.

Kepada Arsène Wenger: Mereka bilang dia orang yang cerdas, kan? Punya kemampuan lima bahasa. Saya pernah bertemu bocah 15 tahun dari Pantai Gading yang juga bisa berbicara dalam lima bahasa!

Terhadap permintaan transfer Wayne Rooney: Kadang Anda menengok ke ladang orang lain dan melihat seekor sapi, Anda pikir sapi itu lebih baik ketimbang milik Anda sendiri. Itu faktanya, bukan? Tapi tak selamanya berjalan sama seperti itu.

Terhadap poster Manchester City bergambar Carlos Tévez: Itu kan City, mereka klub kecil dengan mentalitas kerdil. Yang bisa mereka bicarakan hanya Manchester United. Hanya itu yang selamanya bisa mereka pikirkan.

Terhadap gelar Premier League ke-19: Kebanggaan bukan terletak pada melewati capaian Liverpool. Tapi pada pentingnya United menjadi tim terbaik di negeri ini dalam hal memenangkan gelar.

Kepada José Mourinho: Dia mencoba segalanya untuk bersikap respek. Memanggil saya bos atau Kakak ketika kami minum-minum setelah pertandingan. Tapi itu akan membantu sambutan positif darinya, jika dia mendatangi saya dengan segelas anggur terbaik. Tapi yang terjadi, dia hanya memberi saya segelas cat pengelupas tembok.

Oleh Randy Wirayudha - Okezone


Comments
0 Comments

Silahkan Berkomentar Disini !
Mohon Maaf Untuk Versi Mobile Komentar Blog Non-aktif, Silahkan Gunakan Komentar Facebook.